Jurnal Ilmu Komunikasi

VOLUME 13 NOMOR 1, JUNI 2016

cover 13-1

VOLUME 13 NOMOR 1, JUNI 2016 dapat diakses di halaman berikut:

ojs.uajy.ac.id

off

VOLUME 12 NOMOR 2, DESEMBER 2015

cover 12-2

VOLUME 12 NOMOR 2, DESEMBER 2015 dapat diakses di halaman berikut:

ojs.uajy.ac.id

off

VOLUME 12 NOMOR 1, JUNI 2015

cover 12-1

 

VOLUME 12 NOMOR 1, JUNI 2015 dapat diakses di halaman berikut:

http://ojs.uajy.ac.id/index.php/jik/issue/view/Vol.%2012%20No.%201%20%282015%29

off

Volume 11 nomor 2, Desember 2014

Cover

VOLUME 11 NOMOR 2, DESEMBER 2014 dapat diakses di halaman berikut:

http://ojs.uajy.ac.id/index.php/jik/issue/view/70

off

Volume 11 nomor 1, Juni 2014

cover 11-1

VOLUME 11 NOMOR 1, JUNI 2014 dapat diakses di halaman berikut:

http://ojs.uajy.ac.id/index.php/jik/issue/view/66

 

off

Volume 10 nomor 2, Desember 2013

cover 10-2

VOLUME 10 NOMOR 2, DESEMBER 2013 dapat diakses di halaman berikut:

http://ojs.uajy.ac.id/index.php/jik/issue/archive

 

 

 

off

Volume 10 nomor 1, Juni 2013

Cover JIK_Vol 10_No 1_Juni_2013

Model Komunikasi Word Of Mouth pada Konsumen Gudeg Pawon di Yogyakarta
Aditya Utama
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl. Babarsari No.6 Yogyakarta
Email: aditya.oetama@gmail.com

Abstract: This research studies the television watching activities of two families in Yogyakarta, which does not intend to measure and find out a specific effect of media usage on family informants but merely gives a description of watching television as a cultural practice. The study was also conducted as a counter-argument from the tradition of media effects research on passive audiences. This research uses ethnographic audience, and the result shows that watching behavior in the family is not monotonous and passive. They do not really give full attention to watch television. Watching television is only one of the existence cultural practices and not the only practices in their daily life.
Abstrak: Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia masa kini telah menjadi sedemikian terbiasa dengan kegiatan menonton. Penelitian ini menjelaskan pengalaman menonton yang bertujuan mengeksplorasi penggunaan media televisi dalam rutinitas keseharian keluarga informan. Penelitiaan ini menggunakan etnografi pemirsa terhadap dua keluarga informan yang tinggal di Yogyakarta. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang sifatnya kontekstual, penggunaan media televisi oleh keluarga informan menunjukkan bahwa menonton televisi merupakan salah satu praktik budaya dan bukan satu-satunya dalam rutinitas keseharian. Keberbedaan pola menonton memperlihatkan juga perilaku menonton yang tidak monoton dan pasif.

Abstrak: Penelitian ini memfokuskan perhatiannya pada perumusan model komunikasi word of mouth (WOM) dalam teori level mikro. Proses perumusan model dilakukan dengan cara mencari, menghubungkan dan menyimpulkan keterlibatan elemen-elemen yang ada dalam komunikasi WOM menggunakan logika S-R. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif kualitatif dan memilih Gudeg Pawon sebagai obyek penelitian. Hasil temuan model dapat dipahami melalui dua perspektif analisis, yaitu: perspektif individual partisipan WOM dan perspektif interaksional WOM.

Pengaruh Pengalaman Menggunakan Produk dan Persepsi Konsumen Berdasarkan Kelompok Referensi terhadap Kesediaan Konsumen untuk Melakukan Word Of Mouth
RM. Pradiptya Abikusno C.P.
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl. Babarsari No. 6 Yogyakarta
Email: PradiptyaACP@gmail.com

Abstrak: Perilaku Word of Mouth terjadi karena adanya kebutuhan akan sumber informasi yang dapat dipercaya. Salah satu sumber informasi yang ada di masyarakat adalah kelompok referensi. orang-orang yang memakai produk Apple bukanlah orang-orang baru. Mereka sudah sangat self explanatif dan sudah sangat dekat dengan produk-produk Apple. Pengalaman kedekatan menggunakan produk ini bisa menjadi salah satu penyebab orang loyal terhadap merek dan berujung melakukan Word of Mouth. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Pada akhirnya pengalaman menggunakan produk Apple bersama-sama persepsi konsumen berdasar kelompok referensi memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap tingkat kesediaan melakukan Word of Mouth.


Fog Index dan Keterbacaan Berita Utama (Headline) Suara Merdeka 03 Mei 2013
R. Masri Sareb Putra
Universitas Multimedia Nusantara
Jl. Scientia Garden (Gading Serpong, Legok) Tangerang, Banten
Email: masrisareb@yahoo.com

Abstrak: Keterbacaan dapat diukur dengan berbagai variable. Variabel yang paling utama adalah bagaimana jumlah huruf, jumlah kalimat, dan kata-kata sukar yang disesuaikan dengan latar belakang dan tingkat pendidikan pembacanya. Robert Gunning menemukan formula untuk mengukur keterbacaan yang dikenal dengan istilah The Gunning’s Fog Index atau Fog Readability Formula atau Fog Index. Kemunculan rumus ini butuh proses dan tidak muncul begitu saja. Gunning menemukan media cetak di Amerika susah dicerna sehingga susah laku di pasaran. Artikel ini menggunakan formula Fox Index sebagai alat untuk membedah keterbacaan headline Suara Merdeka versi cetak terbitan 3 Mei 2013..

The Needs of Internet Literacy in An Ongoing Process of Economic Stability

Theresia D. Wulandari
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl. Babarsari No.6 Yogyakarta
Email: wulandaricupriantoro@yahoo.com.au

Abstrak: Internet adalah media komunikasi yang relatif baru namun terus mengalami perkembangan terus menerus. Di beberapa negara, terutama wilayah Asia Selatan, penggunaan internet masih sangat rendah, bahkan hampir tidak ada. Ini karena internet dianggap integral sebagai sarana komunikasi sosial saja. Namun di Indonesia, pengguna internet terus berkembang dengan pesat. Jumlah pengguna internet diprediksi akan semakin berkembang ke masa yang akan datang. Ini sejalan dengan perkembangan indikator ekonomi makro 2050 di mana Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di dunia setelah Cina, Amerika Serikat, India, Brazil, dan Jepang. Tentu hal ini akan sejalan dengan perkembangan pengguna internet di Indonesia karena akan ada pergeseran pola komunikasi di antara mereka. Komunikasi di antara orang Indonesia tidak lagi dilakukan secara langsung namun berubah melalui kecerdasan mereka melihat internet. Hal ini tampaknya ada hubungannya dengan indikator makro ekonomi selama satu dekade ini, di mana orang Indonesia sudah mulai mengenal internet.


 

Media Baru dan Peluang Counter-Hegemony atas Dominasi Logika Industri Musik
(Studi Kasus Perkembangan Netlabel di Indonesia)

Alexander Beny Pramudyanto
Universitas Indonesia
Jl. Salemba Raya, Jakarta
Email: benypramudyanto@gmail.com

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relasi antara peluang counter-hegemony dengan dominasi logika industri musik. Perspektif ekonomi politik dan budaya industri digunakan dalam melakukan penelitian ini. Sebagai penelitian kualitatif kritis, digunakan metode studi kasus dengan cara observasi dan studi dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Netlabel dapat dikategorikan sebagai counter-hegemony yang berhubungan dengan dominasi logika industri musik. Sebagai counter-hegemony, Netlabel didukung oleh pengaruh fenomena pertumbuhan internet dan media baru.

 

Persepsi Jurnalis dan Praktisi Humas terhadap Nilai Berita

Ni Luh Ratih Maha Rani
Universitas Gadjah Mada
Email: niluh.ratih@gmail.com

Abstrak: Jurnalis dan praktisi Hubungan Masyarakat (Humas) mempunyai hubungan dalam menjalankan pekerjaannya. Jurnalis membutuhkan informasi dari praktisi Humas dan praktisi Humas membutuhkan jurnalis untuk memberitakan informasinya. Oleh karena itu, keduanya membutuhkan persepsi yang sama dalam melihat nilai berita guna menjalankan fungsinya. Survey dilakukan untuk melihat perbedaan pendapat terkait nilai berita antara jurnalis dan praktisi Humas dan perbedaan karakteristik demografi yang menyebabkan perbedaan tersebut. Hasil penelitian menunjukan perbedaan yang substansial dalam melihat nilai berita di antara mereka. Tidak hanya dipengaruhi oleh karakter demografi , tetapi juga dipengaruhi oleh fakta, ketertarikan akan berita, dan informasi yang rinci untuk mengkonstruksi berita.

DOWNLOAD

 

0

Volume 9 Nomor 2, Desember 2012

Cover JIK_Vol 9_No 2_des 2012_Fix(depan)

Etnografi Pemirsa dan Penggunaan Televisi dalam Keluarga
Reny Triwardani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
Jl. Babarsari No. 2 Yogyakarta 55281
Email: reny.triwardani@gmail.com

Abstract: This research studies the television watching activities of two families in Yogyakarta, which does not intend to measure and find out a specific effect of media usage on family informants but merely gives a description of watching television as a cultural practice. The study was also conducted as a counter-argument from the tradition of media effects research on passive audiences. This research uses ethnographic audience, and the result shows that watching behavior in the family is not monotonous and passive. They do not really give full attention to watch television. Watching television is only one of the existence cultural practices and not the only practices in their daily life.
Abstrak: Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia masa kini telah menjadi sedemikian terbiasa dengan kegiatan menonton. Penelitian ini menjelaskan pengalaman menonton yang bertujuan mengeksplorasi penggunaan media televisi dalam rutinitas keseharian keluarga informan. Penelitiaan ini menggunakan etnografi pemirsa terhadap dua keluarga informan yang tinggal di Yogyakarta. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang sifatnya kontekstual, penggunaan media televisi oleh keluarga informan menunjukkan bahwa menonton televisi merupakan salah satu praktik budaya dan bukan satu-satunya dalam rutinitas keseharian. Keberbedaan pola menonton memperlihatkan juga perilaku menonton yang tidak monoton dan pasif.

Abstract: This research studies the television watching activities of two families in Yogyakarta, which does not intend to measure and find out a specific effect of media usage on family informants but merely gives a description of watching television as a cultural practice. The study was also conducted as a counter-argument from the tradition of media effects research on passive audiences. This research uses ethnographic audience, and the result shows that watching behavior in the family is not monotonous and passive. They do not really give full attention to watch television. Watching television is only one of the existence cultural practices and not the only practices in their daily life.

Abstrak: Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia masa kini telah menjadi sedemikian terbiasa dengan kegiatan menonton. Penelitian ini menjelaskan pengalaman menonton yang bertujuan mengeksplorasi penggunaan media televisi dalam rutinitas keseharian keluarga informan. Penelitiaan ini menggunakan etnografi pemirsa terhadap dua keluarga informan yang tinggal di Yogyakarta. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang sifatnya kontekstual, penggunaan media televisi oleh keluarga informan menunjukkan bahwa menonton televisi merupakan salah satu praktik budaya dan bukan satu-satunya dalam rutinitas keseharian. Keberbedaan pola menonton memperlihatkan juga perilaku menonton yang tidak monoton dan pasif.

Kecenderungan Pemberitaan tentang Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II di SKH Jawa Pos dan SKH Kompas
Josep J. Darmawan & Birgitta Bestari Puspita Jati
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl. Babarsari No. 6, Yogyakarta 55281
Email: josepdarmawan@gmail.com

AAbstract: It is President’s right to reshuffle the cabinet in order to maximise the government’s performance. However, the society views this process as politic matter, which they learn from the media. This research observes the news tendency about the reshuffle of Kabinet Indonesia Bersatu II in Kompas and Jawa Pos daily newspaper. Content analysis is used to the news accounts during September-October 2011 with Westerstahl‘s objectivity as conceptual preference. The result shows that both newspapers, technically, have given good coverage about the issue yet still less objective. Psychology fact, interview, not neutral, partiality, non primary knowledge is the factors that trigger it.

Abstrak: Perombakan kabinet merupakan hak presiden untuk memperbaiki kinerja kabinet. Namun proses pembelajaran di masyarakat mengarahkan perombakan kabinet sebagai persoalan politik. Media massa merupakan agen sentral dalam pembelajaran tersebut. Penelitian ini melihat bagaimana kecenderungan pemberitaan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II di harian Kompas dan Jawa Pos. Metode analisis isi digunakan terhadap berita-berita dalam periode September-Oktober 2011 dengan obyektivitas Westersthal sebagai preferensi konseptualnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berita di kedua harian secara teknis sudah baik, tetapi pemberitaan terkesan kurang obyektif. Fakta psikologis, wawancara, tak netral, tak multi sisi, pengetahuan non- primer adalah faktor yang memicu kecenderungan tersebut.


The Role of Visual Rhetoric in the Vegetarian Movement: “Meet Your Meat” Video of Animal Torture on the PETA Website
Desideria C. W. Murti
Department of Communication, Colorado State University
Fort Collins, CO 80521
Email: desicwm@rams.colostate.edu

Abstract: Images have the power to create natural representation of reality, vividness in human memory and have rhetorical effect. However, visual rhetoric can create positive and negative feeling to persuade people. Negative feelings can be designed to make emotional reactions and spark action. Consequently, humans will consider ways to deal with the negative and discomfort feelings. In this paper, the writer analyzes the connection between visual rhetoric and emotional appeal by examining the controversial PETA video “Meet your Meat”. The writer will use the visual rhetoric, emotions, and cognitive dissonance theory to analyze the video and increase the understanding about the human emotions, especially disgust and guilt.

Abstrak: Gambar memiliki kekuatan untuk menciptakan gambaran realitas yang alami, membuat kejelasan dalam ingatan manusia dan memiliki efek retoris. Namun, retorika visual dapat menciptakan perasaan positif dan negatif untuk membujuk orang. Perasaan negatif dapat dirancang untuk membuat reaksi emosional dan memicu tindakan. Akibatnya, manusia akan mempertimbangkan cara-cara untuk mengatasi perasaan-perasaan negatif dan ketidaknyamanan. Dalam tulisan ini, penulis akan menganalisis hubungan antara retorika visual dan daya tarik emosional dengan mengkaji video kontroversial PETA “Meet your Meat”. Penulis akan menggunakan teori retorika visual, emosi, dan disonansi kognitif untuk menganalisis video dan meningkatkan pemahaman tentang emosi manusia, terutama perasaan jijik dan rasa bersalah.

Hegemoni Metroseksual dalam Iklan Grooming di Majalah FHM Indonesia
Nobertus Ribut Santoso
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl. Babarsari No. 6, Yogyakarta 55281
Email: shmily_f3@yahoo.co.id

Abstract: This research is derived from a formulation of how FHM Indonesia magazine conducts metrosexual hegemony through grooming advertisements. This research is descriptive by using critical discourse analysis methods with the objects are grooming advertisements on FHM Indonesia magazine edition September 2008 – September 2009. The results show some forms of hegemony: men should be aware of the appearance by using cosmetic products that make them more feminine by doing face treatments, narcissistic by adopting the idols, macho who understand the appearance, and romantic by proposing the aspects of love, friendship, and gender equalization. These hegemonies push the mindset of societies to follow the lifestyle of metrosexual.

Abstrak: Penelitian ini berangkat dari suatu permasalahan bagaimana FHM Indonesia menjalankan hegemoni metroseksual melalui iklan grooming. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode analisis wacana kritis, dengan objek penelitian adalah iklan grooming di majalan FHM Indonesia edisi Sepetember 2008-September 2009. Hasil penelitian menunjukan beberap bentuk hegemoni: laki-laki harus sadar akan penampilannya dengan menggunakan kosmetik yang membuat mereka lebih feminin dengan melakukan perawatan, narsis dengan meniru idolanya, macho yang sadar akan penampilan, dan romantis dengan mengedepankan aspek kasih sayang, persahabatan, dan kesetaraan gender. Hegemoni tersebut mendorong pola pikir masyarakat untuk mengikuti gaya hidup metroseksual.


Representasi Eksploitasi Perempuan dalam Iklan

Ignatius PrasetyoWicaksono
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl Babarsari No. 6 Yogyakarta
Email: ignatius.pras@gmail.com

Abstract: Exploitation representation is how meaning is produced, exchanged, represented and exploited for the benefit of users. Exploitation of women means utilizing all the things that are attached to women, both images and signs attached to them. Exploitation of women represented in the advertisement as part of the appeal of sales message. In the version of Berrygood advertisement “Bikin Good Mood” is the ad that represents subliminal exploitation of women. This article discusses how the basic structure of the narrative in the advertisement, represent the exploitation of women through feminist Marxist perspective. The method of analysis used is Greimassian semiotic analysis using two stages.

Abstrak: Representasi eksploitasi adalah bagaimana makna diproduksi, dipertukarkan, diwakilkan dan dimanfaatkan demi kepentingan pengguna. Eksploitasi pada perempuan berarti pemanfaatkan segala hal yang melekat pada perempuan, baik citra maupun tanda yang melekat kepadanya. Eksploitasi perempuan direpresentasikan dalam iklan sebagai bagian dari daya tarik pesan penjualan. Iklan Berrygood versi ”Bikin Good Mood” adalah iklan yang merepresentasikan eksploitasi perempuan secara subliminal. Artikel ini mendiskusikan bagaimana struktur dasar narasi dalam iklan tersebut merepresentasikan eksploitasi perempuan melalui sudut pandang Feminis Marxis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis semiotika Greimassian dengan menggunakan dua tahap.

DOWNLOAD

0

Volume 9 Nomor 1, Juni 2012

cover

Menyoal Elaboration Likelihood Model (ELM)
dan Teori Retorika

Yudi Perbawaningsih

Abstract: Persuasion is a communication process to establish or change attitudes, which can be understood through theory of Rhetoric and theory of Elaboration Likelihood Model (ELM). This study elaborates these theories in a Public Lecture series which to persuade the students in choosing their concentration of study. The result shows that in term of persuasion effectiveness it is not quite relevant to separate the message and its source. The quality of source is determined by the quality of the message, and vice versa. Separating the two routes of the persuasion process as described in the ELM theory would not be relevant.

Abstrak: Persuasi adalah proses komunikasi untuk membentuk atau mengubah sikap, yang dapat dipahami dengan teori Retorika dan teori Elaboration Likelihood Model (ELM). Penelitian ini mengelaborasi teori tersebut dalam Kuliah Umum sebagai sarana mempersuasi mahasiswa untuk memilih konsentrasi studi studi yang didasarkan pada proses pengolahan informasi. Menggunakan metode survey, didapatkan hasil yaitu tidaklah cukup relevan memisahkan pesan dan narasumber dalam melihat efektivitas persuasi. Keduanya menyatu yang berarti bahwa kualitas narasumber ditentukan oleh kualitas pesan yang disampaikannya, dan sebaliknya. Memisahkan proses persuasi dalam dua lajur seperti yang dijelaskan dalam ELM teori menjadi tidak relevan.

Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Pemahaman
dan Partisipasi Mengenai Transparansi Informasi Publik di Kabupaten Lebak

Idi Dimyati

Abstract: The transparency of public information is one of important elements to embody good governance. The commission for transparency and participation (KTP) at Lebak, Banten Provincial government, has empowered people to create transparency of public information. This qualitative research with case studies reveals the community empowerment model made by KTP. The result shows a model of people empowerment characterised by structural approach and cultural approach. The structural approach is embodied in the formation of Citizens Information Centre (PIW), whilts the cultural approach is represented in the arrangement of a Coffee Morning programme, a public consultation and socialization regarding the transparency of public information as citizen’s rights.

Abstrak: Transparansi informasi publik merupakan elemen penting untuk mewujudkan good governance. Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) di Kabupaten Lebak Provinsi Banten telah memberdayakan masyarakatnya guna menciptakan transparansi informasi publik. Penelitian kualitatif dengan studi kasus ini mengungkap model pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh KTP. Hasil penelitian memperlihatkan model pemberdayaan masyarakat menggunakan pendekatan struktural dan pendekatan kultural. Pendekatan struktural dilakukan dengan membentuk Pusat Informasi Warga (PIW) di seluruh Kecamatan. Sedangkan pendekatan kultural ditempuh dengan menggelar coffee morning serta mengadakan konsultasi publik dan sosialisasi terkait transparansi informasi publik yang menjadi hakwarga negara.


Kompetisi Stasiun Televisi Swasta Nasional Berdasarkan Superiority
Direction dan Superiority Magnitude

Anastasia Winanti Riesardhy dan F. Anita Herawati

Abstract: Uses and gratification theory is employed particularly as the teoritical frame of the research to examine the extent to which ten national television stations compete to satisfy Indonesian audiences. In particular, two main concepts of that theory namely audiences “gratification sought and gratifications obtained, are broken down and counted based on superiority direction and superiority magnitude. In general, the findings show that those televisions have satisfied their audiences, although in terms of gratifications to dispersal motives, they haven’t satisfied as much as it was expected. Significant competition occurs between TRANSTV and TRANS7, RCTI and SCTV, and TVONE and METROTV. TVONE become the most satisfiyng television station.

Abstrak: Teori Uses & Gratification menjadi dasar penelitian ini untuk mengukur bagaimana kompetisi yang terjadi di antara sepuluh stasiun televisi yang bersiaran secara nasional di Indonesia. Aplikasi dari teori tersebut dimunculkan dalam konsep kepuasan yang diharapkan dan kepuasan yang diperoleh ketika menonton acara televisi dan didasarkan pada penghitungan superiority direction dan superiority magnitude. Sepuluh stasiun televisi yang diteliti telah dapat memuaskan audiensnya, meskipun untuk kepuasan atas motif pengalihan masih belum dapat melampaui kepuasan yang diharapkan. Kompetisi yang signifikan terjadi antara TRANSTV dengan TRANS7, RCTI dengan SCTV serta TVONE dengan METROTV. TVONE menjadi stasiun televisi yang menduduki peringkat pertama dalam memberikan kepuasan tertinggi kepada audiens.

Literasi Kaum Muda tentang Good Governance
Melalui Isu Korupsi di Televisi

Johanes Edo NK, Raymundus Rikang RW, Cornel Dimas SK

Abstract: Politics, for young people, is mostly uninteresting. But the large amount of television news coverage on corruption cases could be used to study the literacy of youth about good governance. This research is using mix-method and examining 89 respondents and 12 informants in Kelurahan Panembahan and Gowongan Yogyakarta which are differentiated by socio-economic characteristics. Cross-tabulation and coding model are used for analysis. According to young people the government has bad performance due to various corruption cases that affect the governance embodiment. The uses of numerous medium to obtain information could help the youth to have high literacy about good governance.

Abstrak: Bagi kaum muda umumnya, politik adalah membosankann, namun maraknya pemberitaan kasus korupsi di televisi perlu digunakan untuk menjajagi literasi kaum muda tentang good governance. Penelitian ini menggunakan mixmethod terhadap 89 responden dan 12 informan di Kelurahan Panembahan dan Gowongan Yogyakarta yang terbedakan oleh latar sosio-ekonomi. Analisis menggunakan tabulasi silang dan tiga model coding: open, axial, selective. Hasil penelitian menunjukkan umumnya kaum muda menilai buruk kinerja pemerintah karena berbagai kasus korupsi, yang diyakini mempengaruhi perwujudan tata kelola pemerintahan. Penggunaan berbagai media untuk memperoleh informasi memperlihatkan bahwa tingkat literasi kaum muda dalam pemahaman tentang good governance sudah cenderung tinggi.


Kompetisi Surat Kabar Lokal Berdasarkan Tingkat Kepuasan Biro
Iklan pada Layanan Jasa Media Surat Kabar

L. Juni Andi Prasetiya


Abstract: Business newspaper has eliciting competition over source life of supporting media industry, i.e. capital, types of content and types of audience. This research explains the newspaper’s competition based on advertiser satisfaction as a benchmark of media effectiveness. Adopting the theory of uses & gratification and using variables of gratification sought and gratification obtained, these studies examine 5 local newspapers in Yogyakarta. The instrument of competitive strategy is using for further analysis, consisting of superiority direction and superiority magnitude measurements. The results showed that advertising agencies haven’t felt the satisfaction of the services provided by the local newspaper. Key words: competition, gratification sought, gratification obtained, superiority direction, superiority magnitude .

Abstrak: Bisnis surat kabar telah memunculkan kompetisi yang memperebutkan sumber penunjang hidup industri media, yakni modal, isi media, dan jenis audiens. Penelitian ini menjelaskan kompetisi tersebut berdasarkan kepuasan pengiklan sebagai tolok ukur efektivitas media. Mengadopsi teori uses & gratification dengan menggunakan variabel gratification sought dan gratification obtained, penelitian ini menguji lima surat kabar lokal di Yogyakara. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan instrumen competitive superiority, terdiri dari superiority direction dan superiority magnitude. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biro iklan belum merasakan kepuasan dari layanan yang diberikan oleh jasa surat kabar lokal.

DOWNLOAD

0

Volume 8 Nomor 2, Desember 2011

cover 8-2Konstruksi Teori (Komunikasi) dalam Logika Hypothetico-Deductive
Turnomo Rahardjo

Abstract: A research is closely related to theory. Theory provides guidance and basic assumptions to lead a research. On the other hand, a research delivers ways to develop, formulate, reinforce, and revise a theory. Theoretical approach that is closely related to hypothetico-deductive model is called Nomothetic Theory. This approach focuses on seeking for universal laws and is applied to researches on both science and social sciences.

 

Abstrak: Kegiatan penelitian dalam pelaksanaannya tidak bisa dilepaskan dari teori. Pada satu sisi, teori memandu penelitian dengan memberikan panduan dan asumsi-asumsi dasar. Pada sisi yang lain, penelitian memberikan suatu cara untuk menciptakan, memformulasikan, memperkuat dan merevisi sebuah teori. Pendekatan teoritik yang memiliki keterkaitan dengan model hypothetico-deductive adalah Nomothetic Theory. Pendekatan ini mengarahkan pemikirannya pada upaya mencari hukum-hukum universal dan merupakan pendekatan yang banyak digunakan dalam studi eksperimental ilmu-ilmu alam serta menjadi model penelitian dalam ilmu-ilmu sosial.

Public Understanding and Communication Strategy Evaluation of Local Regulation No. 09 Year 2004 on Zero Child Labour Zone in Kutai Kartanegara Regency
Rina Juwita

Abstract: Child labour is a universal phenomenon that occurs in most parts of the world. Indonesia as part of developing countries cannot be separated from the issue, including Kutai Kartanegara (Kukar) regency which is one of the richest areas in the country. Although Kukar regency is chosen as one of the model in the elimination of child labour, this is accompanied by people’s understanding on Child Labor Free Zone program enacted by the local government. This study tried to explore people’s understanding of Regulation No. 09/ 2004 on ZBPA and evaluate communication strategies effectively used to build and optimize the sustainability of the program. It is important as public participation can only be improved if the communication is conducted in a proper way.

 

Abstrak: Pekerja anak merupakan fenomena universal yang terjadi di hampir seluruh belahan dunia. Indonesia sebagai bagian dari negara berkembang juga tidak terlepas dari masalah ini, termasuk didalamnya Kabupaten Kutai Kartanegara yang merupakan salah satu daerah terkaya di negeri ini. Terpilihnya Kab Kukar sebagai salah satu daerah model pengentasan pekerja anak, ternyata tidak dibarengi dengan pemahaman masyarakatnya mengenai program Zona Bebas Pekerja Anak yang diusung pemerintah setempat. Penelitian ini mencoba menggali pemahaman masyarakat terhadap Perda No 09/2004 tentang ZBPA, dan kemudian mengevaluasi strategi komunikasi yang efektif digunakan untuk membangun dan memaksimalkan keberlangsungan program tersebut. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat partisipasi publik hanya dapat dibangun jika komunikasi dilangsungkan dengan cara yang tepat.

Pengaruh Frekuensi Melihat Iklan Floating terhadap Tingkat Kesadaran Merek
Forddhanto Bimantoro dan  F. Anita Herawati

Abstract: Floating ad  is online advertisement aiming to stimulate brand awareness by increasing familiarity through reexposing advertisement. This research examines the influence of ARCO Depok members’ exposure of floating ad at www.detik.com to their brand awareness about Samsung LED TV. The frequency of consuming the advertisement is differentiated into three categories, namely three times, five times and never. The result shows that the respondents’ exposure of floating ad could influence the level of brand awareness as much as 40.7%. However, this tendency was not represented in the category of five times. The result also shows that the only control variable which was able to significantly influence the level of brand awareness was the variable of respondents’ visitation to the site of detik.com.

 

Abstrak: Iklan floating merupakan iklan di media internet yang bertujuan mencapai kesadaran merek dengan cara meningkatkan familiarity melalui frekuensi pengulangan iklan. Frekuensi melihat iklan floating dibedakan  dengan memilah kelompok responden yang dikenai frekuensi melihat iklan 3 kali, 5 kali dan tidak melihat iklan. Penelitian ini menguji pengaruh frekuensi melihat iklan floating di www.detik.com terhadap tingkat kesadaran merek Samsung LED TV pada warga ARCO Depok, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi melihat iklan floating dapat mempengaruhi tingkat kesadaran merek sebesar 40,7%; namun tidak terbukti pada kelompok yang melihat iklan sebanyak lima kali. Variabel kontrol yang mampu mempengaruhi tingkat kesadaran merek secara signifikan hanya variabel kunjungan responden ke detik.com.

Pengaruh Tanggung Jawab Perusahaan dalam Menanggulangi Krisis terhadap Reputasi Perusahaan
Theresia Diyah Wulandari

Abstract: It must be admitted that reputation is an important part of company to run its business.  Regarding the fact that reputation is very fragile in responding the influence of crisis, it is necessary to chose appropriate strategy in maintaining the reputation. Based on this regard, the research aims to examine the extent to which company’s effort to overcome crisis influences the maintanence of its reputation. The appropriate communication theory from which this research is started, is Coombs and Holladay’s Situational Crisis Theory. SCT theory exemplifies a number of strategic effort  of company’s which will be effective to overcome crisis. In this sense, it may be not too exaggerated to mention that the theory provide a usefull guideline for managers to overcome crises which potentially influence reputation. Furthermore, the research employs survey method to gather data from respondents.The result of the research shows that kind of responsibility chosen by company as its effort to overcome the crises would significantly influence the reputation.

 

Abstrak: Latar belakang penelitian ini adalah reputasi penting bagi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Reputasi perusahaan dapat rusak akibat sesuatu yang tidak terduga yang disebut krisis. Reputasi perusahaan harus dilindungi dari berbagai ancaman, dan untuk mengatasinya manajer krisis perlu memilih strategi respon proteksi terhadap reputasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah menemukan korelasi antara bentuk-bentuk tanggungjawab krisis perusahaan bagi pemulihan reputasi. Desain dari penelitian ini berasal teori komunikasi krisis situasional Coombs dan Holladay’s yang menjadi panduan bagi manajer krisis memahami strategi respon krisis. Teori ini menyimpulkan bentuk-bentuk tanggungjawab krisis dan reputasi perusahaan merupakan variabel penentu. Analisa penelitian menggunakan metode survei responden yang berisi tiga stimulus kejadian krisis. Tujuan dari penelitian ini menyatakan bahwa pilihan tanggungjawab perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap reputasi.

Potret Pendidikan Indonesia dalam Puisi ”Sajak Anak Muda” Karya WS Rendra
Rosalia Prismarini dan Josep J. Darmawan


Abstract: Education is a sub-system that interrelates with other essential sub-systems. In the New Order era, the government policy on education had given rise myths that stimulate youth to prefer things pragmatically and instantly. Education, then, is no longer experienced and perceived as humanizing process. Poetry is one of transmitting message channel using many symbols that contain portraits of such situation. Using semiotic approach, this essay explains the myths and ideologies on education in Indonesia using one of WS Rendra’s poem: “Sajak Anak Muda”.

 

Abstrak: Pendidikan merupakan sub-sistem yang interelatif dengan sub-sub sistem lain. Pada jaman Orde Baru implementasi kebijakan pendidikan telah melahirkan mitos hingga melahirkan anak didik yang lebih suka pada hal-hal pragmatis dan instan. Pendidikan tidak lagi dihayati sebagai proses yang memanusiakan. Puisi adalah satu media penyampaian pesan dengan banyak perlambang, yang di dalamnya dapat ditemukan suatu potret situasi. Menggunakan pendekatan semiotik, tulisan ini mencoba membongkar mitos dan ideologi tentang pendidikan di Indonesia melalui puisi karya Rendra berjudul ”Sajak Anak Muda”.

Televisi dalam Ruang Keluarga: Menyoal Menonton Televisi sebagai Praktik Konsumsi dalam Konfigurasi Ruang Domestik
Reny Triwardani

Abstract: For modern society, television has played an important role in almost all aspects of life. Television was born due to the development of mass communications technology that gives the influences of human civilization. The presence of television in the living room has its own implications. Television that placed and was watched in the domestic sphere, in the house, is more than looking the television screen. Configuration viewing space has consequences for the viewing patterns of everyday family life. This paper examines spatial configuration and dynamics of the television media use in everyday family life. The television in a particular spatial configuration, in the house, determine differences viewing patterns.

 

Abstrak: Bagi masyarakat modern, televisi telah memainkan peranan penting di hampir semua aspek kehidupan. Televisi lahir karena perkembangan teknologi komunikasi massa yang memberikan pengaruh dalam peradaban manusia. Keberadaan pesawat televisi dalam ruang keluarga memiliki implikasi tersendiri. Televisi yang ditempatkan dan ditonton dalam ruang domestik, di dalam rumah, bukanlah aktivitas menatapkan mata ke layar televisi semata-mata. Konfigurasi ruang menonton memiliki konsekuensi terhadap pola menonton yang berlangsung dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Tulisan ini mengkaji konfigurasi ruang menonton televisi dan dinamika penggunaan media televisi dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Dalam kaitan ini, televisi yang berada dalam konfigurasi ruang tertentu, di dalam rumah, menentukan keberbedaan pola menonton.

DOWNLOAD

0

Featuring Top 25/25 of Jurnal Ilmu Komunikasi

Subscribe

Read more

Jurnal Ilmu Komunikasi, d.a. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jl. Babarsari No. 6 Yogyakarta 55281,
Telp. (0274) 487711 ext 4130,
Fax. (0274) 487748,
Homepage: