Volume 9 Nomor 2, Desember 2012

Cover JIK_Vol 9_No 2_des 2012_Fix(depan)

Etnografi Pemirsa dan Penggunaan Televisi dalam Keluarga
Reny Triwardani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
Jl. Babarsari No. 2 Yogyakarta 55281
Email: reny.triwardani@gmail.com

Abstract: This research studies the television watching activities of two families in Yogyakarta, which does not intend to measure and find out a specific effect of media usage on family informants but merely gives a description of watching television as a cultural practice. The study was also conducted as a counter-argument from the tradition of media effects research on passive audiences. This research uses ethnographic audience, and the result shows that watching behavior in the family is not monotonous and passive. They do not really give full attention to watch television. Watching television is only one of the existence cultural practices and not the only practices in their daily life.
Abstrak: Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia masa kini telah menjadi sedemikian terbiasa dengan kegiatan menonton. Penelitian ini menjelaskan pengalaman menonton yang bertujuan mengeksplorasi penggunaan media televisi dalam rutinitas keseharian keluarga informan. Penelitiaan ini menggunakan etnografi pemirsa terhadap dua keluarga informan yang tinggal di Yogyakarta. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang sifatnya kontekstual, penggunaan media televisi oleh keluarga informan menunjukkan bahwa menonton televisi merupakan salah satu praktik budaya dan bukan satu-satunya dalam rutinitas keseharian. Keberbedaan pola menonton memperlihatkan juga perilaku menonton yang tidak monoton dan pasif.

Abstract: This research studies the television watching activities of two families in Yogyakarta, which does not intend to measure and find out a specific effect of media usage on family informants but merely gives a description of watching television as a cultural practice. The study was also conducted as a counter-argument from the tradition of media effects research on passive audiences. This research uses ethnographic audience, and the result shows that watching behavior in the family is not monotonous and passive. They do not really give full attention to watch television. Watching television is only one of the existence cultural practices and not the only practices in their daily life.

Abstrak: Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia masa kini telah menjadi sedemikian terbiasa dengan kegiatan menonton. Penelitian ini menjelaskan pengalaman menonton yang bertujuan mengeksplorasi penggunaan media televisi dalam rutinitas keseharian keluarga informan. Penelitiaan ini menggunakan etnografi pemirsa terhadap dua keluarga informan yang tinggal di Yogyakarta. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang sifatnya kontekstual, penggunaan media televisi oleh keluarga informan menunjukkan bahwa menonton televisi merupakan salah satu praktik budaya dan bukan satu-satunya dalam rutinitas keseharian. Keberbedaan pola menonton memperlihatkan juga perilaku menonton yang tidak monoton dan pasif.

Kecenderungan Pemberitaan tentang Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II di SKH Jawa Pos dan SKH Kompas
Josep J. Darmawan & Birgitta Bestari Puspita Jati
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl. Babarsari No. 6, Yogyakarta 55281
Email: josepdarmawan@gmail.com

AAbstract: It is President’s right to reshuffle the cabinet in order to maximise the government’s performance. However, the society views this process as politic matter, which they learn from the media. This research observes the news tendency about the reshuffle of Kabinet Indonesia Bersatu II in Kompas and Jawa Pos daily newspaper. Content analysis is used to the news accounts during September-October 2011 with Westerstahl‘s objectivity as conceptual preference. The result shows that both newspapers, technically, have given good coverage about the issue yet still less objective. Psychology fact, interview, not neutral, partiality, non primary knowledge is the factors that trigger it.

Abstrak: Perombakan kabinet merupakan hak presiden untuk memperbaiki kinerja kabinet. Namun proses pembelajaran di masyarakat mengarahkan perombakan kabinet sebagai persoalan politik. Media massa merupakan agen sentral dalam pembelajaran tersebut. Penelitian ini melihat bagaimana kecenderungan pemberitaan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II di harian Kompas dan Jawa Pos. Metode analisis isi digunakan terhadap berita-berita dalam periode September-Oktober 2011 dengan obyektivitas Westersthal sebagai preferensi konseptualnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berita di kedua harian secara teknis sudah baik, tetapi pemberitaan terkesan kurang obyektif. Fakta psikologis, wawancara, tak netral, tak multi sisi, pengetahuan non- primer adalah faktor yang memicu kecenderungan tersebut.


The Role of Visual Rhetoric in the Vegetarian Movement: “Meet Your Meat” Video of Animal Torture on the PETA Website
Desideria C. W. Murti
Department of Communication, Colorado State University
Fort Collins, CO 80521
Email: desicwm@rams.colostate.edu

Abstract: Images have the power to create natural representation of reality, vividness in human memory and have rhetorical effect. However, visual rhetoric can create positive and negative feeling to persuade people. Negative feelings can be designed to make emotional reactions and spark action. Consequently, humans will consider ways to deal with the negative and discomfort feelings. In this paper, the writer analyzes the connection between visual rhetoric and emotional appeal by examining the controversial PETA video “Meet your Meat”. The writer will use the visual rhetoric, emotions, and cognitive dissonance theory to analyze the video and increase the understanding about the human emotions, especially disgust and guilt.

Abstrak: Gambar memiliki kekuatan untuk menciptakan gambaran realitas yang alami, membuat kejelasan dalam ingatan manusia dan memiliki efek retoris. Namun, retorika visual dapat menciptakan perasaan positif dan negatif untuk membujuk orang. Perasaan negatif dapat dirancang untuk membuat reaksi emosional dan memicu tindakan. Akibatnya, manusia akan mempertimbangkan cara-cara untuk mengatasi perasaan-perasaan negatif dan ketidaknyamanan. Dalam tulisan ini, penulis akan menganalisis hubungan antara retorika visual dan daya tarik emosional dengan mengkaji video kontroversial PETA “Meet your Meat”. Penulis akan menggunakan teori retorika visual, emosi, dan disonansi kognitif untuk menganalisis video dan meningkatkan pemahaman tentang emosi manusia, terutama perasaan jijik dan rasa bersalah.

Hegemoni Metroseksual dalam Iklan Grooming di Majalah FHM Indonesia
Nobertus Ribut Santoso
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl. Babarsari No. 6, Yogyakarta 55281
Email: shmily_f3@yahoo.co.id

Abstract: This research is derived from a formulation of how FHM Indonesia magazine conducts metrosexual hegemony through grooming advertisements. This research is descriptive by using critical discourse analysis methods with the objects are grooming advertisements on FHM Indonesia magazine edition September 2008 – September 2009. The results show some forms of hegemony: men should be aware of the appearance by using cosmetic products that make them more feminine by doing face treatments, narcissistic by adopting the idols, macho who understand the appearance, and romantic by proposing the aspects of love, friendship, and gender equalization. These hegemonies push the mindset of societies to follow the lifestyle of metrosexual.

Abstrak: Penelitian ini berangkat dari suatu permasalahan bagaimana FHM Indonesia menjalankan hegemoni metroseksual melalui iklan grooming. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode analisis wacana kritis, dengan objek penelitian adalah iklan grooming di majalan FHM Indonesia edisi Sepetember 2008-September 2009. Hasil penelitian menunjukan beberap bentuk hegemoni: laki-laki harus sadar akan penampilannya dengan menggunakan kosmetik yang membuat mereka lebih feminin dengan melakukan perawatan, narsis dengan meniru idolanya, macho yang sadar akan penampilan, dan romantis dengan mengedepankan aspek kasih sayang, persahabatan, dan kesetaraan gender. Hegemoni tersebut mendorong pola pikir masyarakat untuk mengikuti gaya hidup metroseksual.


Representasi Eksploitasi Perempuan dalam Iklan

Ignatius PrasetyoWicaksono
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl Babarsari No. 6 Yogyakarta
Email: ignatius.pras@gmail.com

Abstract: Exploitation representation is how meaning is produced, exchanged, represented and exploited for the benefit of users. Exploitation of women means utilizing all the things that are attached to women, both images and signs attached to them. Exploitation of women represented in the advertisement as part of the appeal of sales message. In the version of Berrygood advertisement “Bikin Good Mood” is the ad that represents subliminal exploitation of women. This article discusses how the basic structure of the narrative in the advertisement, represent the exploitation of women through feminist Marxist perspective. The method of analysis used is Greimassian semiotic analysis using two stages.

Abstrak: Representasi eksploitasi adalah bagaimana makna diproduksi, dipertukarkan, diwakilkan dan dimanfaatkan demi kepentingan pengguna. Eksploitasi pada perempuan berarti pemanfaatkan segala hal yang melekat pada perempuan, baik citra maupun tanda yang melekat kepadanya. Eksploitasi perempuan direpresentasikan dalam iklan sebagai bagian dari daya tarik pesan penjualan. Iklan Berrygood versi ”Bikin Good Mood” adalah iklan yang merepresentasikan eksploitasi perempuan secara subliminal. Artikel ini mendiskusikan bagaimana struktur dasar narasi dalam iklan tersebut merepresentasikan eksploitasi perempuan melalui sudut pandang Feminis Marxis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis semiotika Greimassian dengan menggunakan dua tahap.

DOWNLOAD

Featuring Top 25/25 of Jurnal Ilmu Komunikasi

Subscribe

Read more

Jurnal Ilmu Komunikasi, d.a. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jl. Babarsari No. 6 Yogyakarta 55281,
Telp. (0274) 487711 ext 4130,
Fax. (0274) 487748,
Homepage: