Volume 10 nomor 1, Juni 2013

Cover JIK_Vol 10_No 1_Juni_2013

Model Komunikasi Word Of Mouth pada Konsumen Gudeg Pawon di Yogyakarta
Aditya Utama
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl. Babarsari No.6 Yogyakarta
Email: aditya.oetama@gmail.com

Abstract: This research studies the television watching activities of two families in Yogyakarta, which does not intend to measure and find out a specific effect of media usage on family informants but merely gives a description of watching television as a cultural practice. The study was also conducted as a counter-argument from the tradition of media effects research on passive audiences. This research uses ethnographic audience, and the result shows that watching behavior in the family is not monotonous and passive. They do not really give full attention to watch television. Watching television is only one of the existence cultural practices and not the only practices in their daily life.
Abstrak: Di dalam kehidupan sehari-hari, manusia masa kini telah menjadi sedemikian terbiasa dengan kegiatan menonton. Penelitian ini menjelaskan pengalaman menonton yang bertujuan mengeksplorasi penggunaan media televisi dalam rutinitas keseharian keluarga informan. Penelitiaan ini menggunakan etnografi pemirsa terhadap dua keluarga informan yang tinggal di Yogyakarta. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang sifatnya kontekstual, penggunaan media televisi oleh keluarga informan menunjukkan bahwa menonton televisi merupakan salah satu praktik budaya dan bukan satu-satunya dalam rutinitas keseharian. Keberbedaan pola menonton memperlihatkan juga perilaku menonton yang tidak monoton dan pasif.

Abstrak: Penelitian ini memfokuskan perhatiannya pada perumusan model komunikasi word of mouth (WOM) dalam teori level mikro. Proses perumusan model dilakukan dengan cara mencari, menghubungkan dan menyimpulkan keterlibatan elemen-elemen yang ada dalam komunikasi WOM menggunakan logika S-R. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif kualitatif dan memilih Gudeg Pawon sebagai obyek penelitian. Hasil temuan model dapat dipahami melalui dua perspektif analisis, yaitu: perspektif individual partisipan WOM dan perspektif interaksional WOM.

Pengaruh Pengalaman Menggunakan Produk dan Persepsi Konsumen Berdasarkan Kelompok Referensi terhadap Kesediaan Konsumen untuk Melakukan Word Of Mouth
RM. Pradiptya Abikusno C.P.
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl. Babarsari No. 6 Yogyakarta
Email: PradiptyaACP@gmail.com

Abstrak: Perilaku Word of Mouth terjadi karena adanya kebutuhan akan sumber informasi yang dapat dipercaya. Salah satu sumber informasi yang ada di masyarakat adalah kelompok referensi. orang-orang yang memakai produk Apple bukanlah orang-orang baru. Mereka sudah sangat self explanatif dan sudah sangat dekat dengan produk-produk Apple. Pengalaman kedekatan menggunakan produk ini bisa menjadi salah satu penyebab orang loyal terhadap merek dan berujung melakukan Word of Mouth. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Pada akhirnya pengalaman menggunakan produk Apple bersama-sama persepsi konsumen berdasar kelompok referensi memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap tingkat kesediaan melakukan Word of Mouth.


Fog Index dan Keterbacaan Berita Utama (Headline) Suara Merdeka 03 Mei 2013
R. Masri Sareb Putra
Universitas Multimedia Nusantara
Jl. Scientia Garden (Gading Serpong, Legok) Tangerang, Banten
Email: masrisareb@yahoo.com

Abstrak: Keterbacaan dapat diukur dengan berbagai variable. Variabel yang paling utama adalah bagaimana jumlah huruf, jumlah kalimat, dan kata-kata sukar yang disesuaikan dengan latar belakang dan tingkat pendidikan pembacanya. Robert Gunning menemukan formula untuk mengukur keterbacaan yang dikenal dengan istilah The Gunning’s Fog Index atau Fog Readability Formula atau Fog Index. Kemunculan rumus ini butuh proses dan tidak muncul begitu saja. Gunning menemukan media cetak di Amerika susah dicerna sehingga susah laku di pasaran. Artikel ini menggunakan formula Fox Index sebagai alat untuk membedah keterbacaan headline Suara Merdeka versi cetak terbitan 3 Mei 2013..

The Needs of Internet Literacy in An Ongoing Process of Economic Stability

Theresia D. Wulandari
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jl. Babarsari No.6 Yogyakarta
Email: wulandaricupriantoro@yahoo.com.au

Abstrak: Internet adalah media komunikasi yang relatif baru namun terus mengalami perkembangan terus menerus. Di beberapa negara, terutama wilayah Asia Selatan, penggunaan internet masih sangat rendah, bahkan hampir tidak ada. Ini karena internet dianggap integral sebagai sarana komunikasi sosial saja. Namun di Indonesia, pengguna internet terus berkembang dengan pesat. Jumlah pengguna internet diprediksi akan semakin berkembang ke masa yang akan datang. Ini sejalan dengan perkembangan indikator ekonomi makro 2050 di mana Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di dunia setelah Cina, Amerika Serikat, India, Brazil, dan Jepang. Tentu hal ini akan sejalan dengan perkembangan pengguna internet di Indonesia karena akan ada pergeseran pola komunikasi di antara mereka. Komunikasi di antara orang Indonesia tidak lagi dilakukan secara langsung namun berubah melalui kecerdasan mereka melihat internet. Hal ini tampaknya ada hubungannya dengan indikator makro ekonomi selama satu dekade ini, di mana orang Indonesia sudah mulai mengenal internet.


 

Media Baru dan Peluang Counter-Hegemony atas Dominasi Logika Industri Musik
(Studi Kasus Perkembangan Netlabel di Indonesia)

Alexander Beny Pramudyanto
Universitas Indonesia
Jl. Salemba Raya, Jakarta
Email: benypramudyanto@gmail.com

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relasi antara peluang counter-hegemony dengan dominasi logika industri musik. Perspektif ekonomi politik dan budaya industri digunakan dalam melakukan penelitian ini. Sebagai penelitian kualitatif kritis, digunakan metode studi kasus dengan cara observasi dan studi dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Netlabel dapat dikategorikan sebagai counter-hegemony yang berhubungan dengan dominasi logika industri musik. Sebagai counter-hegemony, Netlabel didukung oleh pengaruh fenomena pertumbuhan internet dan media baru.

 

Persepsi Jurnalis dan Praktisi Humas terhadap Nilai Berita

Ni Luh Ratih Maha Rani
Universitas Gadjah Mada
Email: niluh.ratih@gmail.com

Abstrak: Jurnalis dan praktisi Hubungan Masyarakat (Humas) mempunyai hubungan dalam menjalankan pekerjaannya. Jurnalis membutuhkan informasi dari praktisi Humas dan praktisi Humas membutuhkan jurnalis untuk memberitakan informasinya. Oleh karena itu, keduanya membutuhkan persepsi yang sama dalam melihat nilai berita guna menjalankan fungsinya. Survey dilakukan untuk melihat perbedaan pendapat terkait nilai berita antara jurnalis dan praktisi Humas dan perbedaan karakteristik demografi yang menyebabkan perbedaan tersebut. Hasil penelitian menunjukan perbedaan yang substansial dalam melihat nilai berita di antara mereka. Tidak hanya dipengaruhi oleh karakter demografi , tetapi juga dipengaruhi oleh fakta, ketertarikan akan berita, dan informasi yang rinci untuk mengkonstruksi berita.

DOWNLOAD

 

Featuring Top 25/25 of Jurnal Ilmu Komunikasi

Subscribe

Read more

Jurnal Ilmu Komunikasi, d.a. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jl. Babarsari No. 6 Yogyakarta 55281,
Telp. (0274) 487711 ext 4130,
Fax. (0274) 487748,
Homepage: