ARTRIWARA

ARTRIWARA
ARTRIWARA

TENTANG ARTRIWARA

Melalui Cominfest 2020, Artriwara mengajak peserta lomba untuk berkompetisi dalam penulisan feature dan pembuatan infografik. Feature merupakan sebuah produk jurnalistik yang berangkat dari suatu obyek maupun peristiwa. Selain itu, penulisan feature juga menggunakan gaya penulisan yang khas, sehingga gaya penyampaian kisah bisa desesuaikan dengan kreativitas penulis. Sedangkan infografik merupakan representasi tulisan yang dalam bentuk visual yang menyajikan informasi secara singkat dan jelas.

Pada kompetisi ini, mahasiswa diharapkan mampu menemukan, menggali, dan mengisahkan kembali realita yang ada, sehingga mampu menginspirasi pembaca. Realita yang diangkat harus bersumber dari tema Artriwara 2020, yaitu “Spy Kids”.  Melalui Comminfest 2020, Artriwara mengajak setiap mahasiswa untuk menuangkan kreativitasnya ke dalam suatu karya feature dan infografik, sesuai dengan sudut pandang tiap peserta.

DETAIL PENDAFTARAN

  1. Formulir pendaftaran dan brief dapat diunduh melalui website comminfest
  2. Pendaftaran dibuka mulai 2 Maret hingga 3 April 2020.
  3. Biaya pendaftaran lomba sebesar Rp 125.000,- dan ditransfer ke Rekening BRI 0177-0104-2723-502 (Agatha Tasya).
  4. Peserta wajib mengirim formulir beserta scan atau foto bukti transfer biaya lomba dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) aktif masing-masing anggota ke teraspers@gmail.com, maksimal 3 April 2020 (23.59 WIB).
  5. Melampirkan surat pernyataan orisinalitas bermaterai 6000 yang dapat diunduh di www.fisip.uajy.ac.id/comminfest
  6. Konfirmasi pengiriman ketentuan administratif ke 081358649966 (Agatha Tasya) atau id Line agathagatari , dengan format Artriwara 2020/ Nama Lengkap/ Universitas.

TEMA BESAR

Anak-anak merupakan pilar utama bagi masa depan bangsa. Ada empat pilar perlindungan anak yang disebut dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media. Media dalam hal ini memiliki kontribusi untuk menciptakan atmosfir yang positif dalam mempersiapkan generasi ini (Kusuma & Frizona, 2019).

Menurut Deputi Partisipasi Masyarakat Kementrian PPPA, Indra Gunawan,  media massa dalam hal ini memiliki kewajiban untuk mewujudkan pemberitaan ramah anak serta memperhatikan hak-hak dan kepentingan terbaik dalam pemberitaan tentang anak itu sendiri (Kusuma & Frizona, 2019). Untuk mewujudkan hal tersebut, Dewan Pers  telah menyusun pedoman-pemberitaan ramah anak yang dibuat berdasarkan Peraturan Dewan Pers nomor 1/Peraturan-DP/II/2019.  Pedoman ini penting dalam pemberitaan anak khususnya terhadap kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak sebagai korban, pelaku atau sanksi. Media dalam hal ini turut melindungi anak dan memastikan mereka tidak memiliki masa depan yang suram. 

Selain pemberitaan mengenai anak terdapat hal lain yang perlu diperhatikan untuk melindungi anak-anak yaitu dari apa yang mereka lihat atau tonton melalui media. Berdarkan pasal 72 ayat 5 Undang-undang Perlindungan Anak tentang hak anak dalam media menyatakan media berperan melakukan penyebarluasan informasi dan materi edukasi yang bermanfaat dari aspek sosial, budaya, pendidikan, agama, dan kesehatan anak dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. Sangat disayangkan bahwa di Indonesia,  media televisi dan internet masih belum terlihat memberikan manfaat yang signifikan kepada anak-anak. Hal tersebut terbukti dengan program tayangan anak-anak yang semakin jarang terlihat lagi di pertelevisian Indonesi. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) jumlah acara anak pada Mei 2018 hanya terdapat 40 program, jumlah tersebut menurun dibandingkan pada Mei 2014 yang terdapat 48 program (Putri, 2018). Hingga kini belum ada stasiun televisi di Indonesia yang secara khusus menampilkan tayangan anak-anak. Oleh karena itu, ada baiknya stasiun televisi dapat mengatur penayangan program khusus untuk anak-anak di jam-jam tertentu (Prasasti, 2018).

Media televisi dan internet memiliki peranan dalam tumbuh kembang anak karena mereka biasanya melihat apa saja yang ditayangkan oleh kedua media tersebut. Menurut Psikolog Universitas Indonesia Dr. Imelda Ika Dian mengatakan bahwa apa yang dilihat anak dari tontonannya melalui media dapat mereka tiru tanpa memahami akibat yang ditimbulkannya ( Prasasti, 2018).  Anak kecil di Indonesia rentan terpapar tontonan anak yang dianggap tidak mendidik karena tidak sesuai dengan umurnya, salah satunya tayangan yang terdapat adegan kekerasan dan berpotensi dapat mempengaruhi psikologi anak (Prasasti, 2018). Konten-konten bullying, menghina, dan saling memukul kerap muncul di media yang berpotensi ditiru oleh anak-anak kecil tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Sehubungan dengan hal tersebut, tahun ini Communication Interest Festival (Comminfest) memiliki tema besar Generation Pro-Children Media Through Communi-Action. Artriwara merupakan salah satu mata lomba dari Comminfest yang diusung oleh Kelompok Profesi dan Kelompok Studi (KPKS) Teras Pers. Oleh karena itu, pada kesempatan ini Artriwara mengajak mahasiswa untuk lebih peduli dengan konten yang memberitakan anak-anak melalui media. Artriwara mengharapkan mahasiswa dapat menyalurkan kepeduliannya dengan menggambarkan masalah yang ada di masyarakat sekitar dan menemukan solusinya.

 

HADIAH

  1. Juara I : Uang tunai sebesar Rp 1.500.000,- + Sertifikat
  2. Juara II : Uang tunai sebesar Rp 1.250.000,- + Sertifikat
  3. Juara III : Uang tunai sebesar Rp 1.000.000,- + Sertifikat

HADIAH

  1. Juara I : Uang tunai sebesar Rp 1.500.000,- + Sertifikat
  2. Juara II : Uang tunai sebesar Rp 1.250.000,- + Sertifikat
  3. Juara III : Uang tunai sebesar Rp 1.000.000,- + Sertifikat

JURI

elvina caesar

DOWNLOAD FORMULIR ARTRIWARA 2020

Formulir Pendaftaran ARTRIWARA

Contact Person

Phone: 081358649966 (Agatha Tasya) / Email: artriwara.teraspers@gmail.com